Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika

Berikut ini akan kita bahas mengenai dinamika gerak, gaya gesek, gaya gesek statis, gaya gesek kinetis, koefisien gesek, koefisien gesek statis, koefisien gesekan kinetik, koefisien gesekan statis, koefisien gesek kinetis, hukum hukum newton tentang gerak, hukum pertama newton, rumus koefisien gesekan statis, rumus gaya gesek, contoh soal gaya gesek.

Gaya Gesekan

Coba Anda lakukan kegiatan berikut. Doronglah meja yang terletak di atas lantai datar dengan arah dorongan sejajar meja. Ketika Anda melakukannya, apakah meja langsung bergerak? 

Ketika meja sudah bergerak, apakah Anda merasakan gaya dorong yang Anda berikan menjadi lebih kecil (terasa ringan)? Selanjutnya, pada saat meja bergerak, apa yang terjadi ketika dorongan pada meja Anda lepaskan? 

Contoh sederhana tersebut memberikan gambaran bahwa untuk menggerakkan benda dari keadaan diam diperlukan gaya minimum. Ketika gaya yang Anda berikan pada meja lebih kecil daripada suatu nilai, meja akan tetap diam. 

Akan tetapi, ketika gaya yang Anda kerahkan diperbesar, suatu saat meja tersebut dapat bergerak. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan bahwa ketika gaya dorong Anda pada meja dilepaskan, meja akan segera berhenti. 

Mengapa dapat terjadi demikian? Pertanyaan di atas dapat Anda terangkan dengan menggunakan hukum-hukum Newton tentang gerak. Untuk itu, perhatikan gambar berikut ini:
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
Misalkan, gaya yang Anda kerahkan pada meja besarnya F dengan arah sejajar lantai. Jika meja tetap dalam keadaan diam, sesuai dengan Hukum Pertama Newton, berarti resultan gaya pada meja sama dengan nol. 

Hal Ini menunjukkan bahwa ada gaya lain yang besarnya sama dan berlawanan arah dengan gaya F yang Anda berikan. Gaya ini tidak lain adalah gaya gesekan yang terjadi antara meja dan lantai. 

Gaya gesekan pulalah yang menyebabkan meja menjadi berhenti sesaat setelah Anda melepaskan gaya dorong Anda terhadap meja yang sudah bergerak.
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
Hubungan antara gaya gesekan fges dan gaya F yang sejajar bidang pada sebuah benda ditunjukkan pada gambar diatas. Grafik tersebut memperlihatkan bahwa saat benda belum diberi gaya atau F = 0, gaya gesekan belum bekerja atau fges = 0. 

Ketika besar gaya F dinaikkan secara perlahan-lahan, benda tetap diam hingga dicapai keadaan di mana benda tepat akan bergerak. 

Pada keadaan ini, gaya gesekan selalu sama dengan gaya yang diberikan atau secara matematis fges = F. Gaya gesekan yang bekerja saat benda dalam keadaan diam disebut gaya gesekan statis.

Pada keadaan benda tepat akan bergerak, besar gaya F tepat sama dengan gaya gesekan statis maksimum. Besar gaya gesekan statis maksimum sebanding dengan gaya normal antara benda dan bidang. 

Konstanta kesebandingan antara besar gaya gesekan statis maksimum dan gaya normal disebut koefisien gesekan statis. Dengan demikian, secara matematis besar gaya gesekan statis maksimum memenuhi persamaan:
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
Perhatikan bahwa Persamaan (5–3) hanya berlaku ketika benda tepat akan bergerak. Persamaan ini juga menunjukkan bahwa selama gaya F yang diberikan pada benda lebih kecil daripada atau sama dengan gaya gesekan statis (F ≤ fs,maks), benda tetap dalam keadaan diam. Pada keadaan ini berlaku:
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
Selanjutnya, ketika gaya F yang diberikan lebih besar daripada besar gaya gesekan statis maksimum, F > fs,maks, benda akan bergerak. Pada keadaan bergerak ini, gaya gesekan yang bekerja disebut gaya gesekan kinetik. Gaya gesekan ini besarnya konstan dan memenuhi persamaan:
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
Persamaan (5–5) juga memperlihatkan bahwa gaya gesekan kinetik besarnya lebih kecil daripada gaya gesekan statis maksimum. Hal ini menunjukkan bahwa koefisien gesekan kinetik selalu lebih kecil daripada koefisien gesekan statis ( k μ > s μ ). 

Itulah sebabnya mengapa Anda perlu mengerahkan gaya yang lebih besar saat mendorong benda dari keadaan diam dibandingkan dengan ketika benda sudah bergerak. Selain itu, besarnya gaya yang harus Anda kerahkan bergantung pada keadaan dua permukaan bidang yang bergesekan. 

Hal ini disebabkan besarnya koefisien gesekan bergantung pada sifat alamiah kedua benda yang bergesekan, di antaranya kering atau basahnya dan kasar atau halusnya permukaan benda yang bergesekan.

Contoh Soal 1:
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
 Contoh Soal 2:
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
 Contoh Soal 3:
Rumus serta Contoh Soal dari Koefisien Gaya Gesek Statis dan Kinetis Dalam Dinamika Gerak Fisika
Demikianlah pembahasan artikel kita kali ini, semoga pembaca dapat mengambil manfaat dari uraian materi artikel ini. Salam Suksesss,,,