Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Mekanisme Difusi atau Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida Di Dalam Alveolus

Berikut ini akan dijelaskan tentang sistem pernapasan pada manusia, sistem pernapasan, sistem pernapasan manusia, sistem respirasi pada manusia, pertukaran oksigen, pertukaran gas, bagaimana terjadinya pertukaran gas di alveolus, pertukaran gas di alveolus, proses pertukaran gas di alveolus, pertukaran oksigen dan karbondioksida, difusi oksigen, proses pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Proses Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida

Proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) terjadi dalam alveolus dan jaringan secara difusi. Udara masuk paru-paru saat kamu berinspirasi. 

Karena tekanan parsial O2 (PO3) dalam atmosfer lebih tinggi, maka udara masuk ke alveoli. Karena PO2 di alveoli lebih tinggi daripada kapiler-kapiler darah alveoli, maka O2 masuk secara difusi ke kapiler darah. 

O2 yang berada di kapiler darah diikat oleh hemoglobin darah (oksihemoglobin) dan diedarkan ke seluruh tubuh menuju jaringan-jaringan. 

Setelah sampai di jaringan, O2 akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh. Di dalam sel O2 digunakan untuk proses oksidasi sel. Gas sisa yang dihasilkan dari proses oksidasi sel adalah CO2. 

Jika O2 digunakan makin banyak, maka CO2 yang dihasilkan makin banyak pula. Hal ini, menyebabkan tekanan parsial CO2 (PCO2) dalam sel lebih tinggi dari kapiler darah. 

Sehingga, CO2 berdifusi ke kapiler vena darah dan dibawa menuju ke paru-paru. Tingkat kelarutan CO2 di dalam darah kira-kira 20 kali kelarutan O2. 

Proses Mekanisme Difusi atau Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida Di Dalam Alveolus
Mekanisme pertukaran oksigen dan karbondioksida
CO2 berdifusi dalam eritrosit secara cepat sehingga mengalami hidrasi menjadi HCO3, yang disebabkan adanya enzim karbonat anhidrase dalam plasma darah. 

Adanya penurunan kejenuhan Hb terhadap CO2 menyebabkan Hb mengikat lebih banyak H+ dari oksihemoglobin. 

Sebagian CO2 dalam eritrosit bereaksi dengan gugus amino membentuk senyawa karbamino (senyawa Hb dengan CO2). 

Adanya ikatan Hb dengan CO2 menyebabkan darah lebih asam namun keasaman ini dinetralkan oleh ion-ion Na+ dan K+. Sampai di paru-paru, CO2 berdifusi ke alveolus dari kapiler vena. 

Hal ini dapat terjadi, karena tekanan CO2 dalam alveolus lebih rendah dibandingkan tekanan CO2 dalam kapiler vena. Selanjutnya, melalui saluran pernapasan CO2 diembuskan keluar tubuh.

Skema reaksi Hb dan O2 : Hb + O2 → Hb (O2)4
                                                    ← oksihemoglobin

Reaksi Hb dan CO2 : CO2 + H2O → H2 CO3
                                                  ← asam karbonat