Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tipe-Tipe atau Jenis-Jenis serta Pemanfaatan Danau dan Rawa

Berikut ini merupakan artikel tentang danau dan rawa, ekosistem rawa, rawa, danau, manfaat danau, manfaat rawa, pemanfaatan danau, pemanfaatan rawa, danau dan rawa,perbedaan danau dan rawa, tipe tipe danau, danau buatan, danau vulkanik, danau karst, contoh danau buatan, danau glasial, danau tektonik, dan jenis jenis danau.


Danau dan Rawa Serta Pemanfaatannya

Perbedaan Danau dan Rawa 

Danau, yaitu cekungan atau kubangan di permukaan bumi yang terisi air. Danau mendapat air dari sungai, curah hujan, mata air, dan air tanah, sedangkan pengaliran danau dapat terjadi karena penguapan, perembesan ke dalam tanah, dan pengaliran.

Rawa merupakan tanah bawah yang selalu digenangi oleh air karena kekurangan drainase atau letaknya lebih rendah dari daerah sekitarnya. 

Di Indonesia rawa terdapat di daerah aliran Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Memberamo (Irian Jaya), Sungai Komering, dan Sungai Musi (Sumatera).

Tipe-tipe Danau dan Rawa

Danau

Tipe-tipe danau antara lain sebagai berikut.

Danau vulkanik atau danau kawah, merupakan danau yang terbentuk akibat peristiwa vulkanisme.
Contoh: Danau Kelimutu di Flores, Danau Segara Anak di NTB, dan Danau Kawah Kelud di Jawa Timur.

Danau tektonik, adalah danau yang terjadi karena peristiwa tektonik.
Contoh: Danau Poso dan Danau Towuti di Sulawesi, Danau Singkarak di Sumatera.

Danau tektovulkanik, terjadi karena tenaga tektonik dan vulkanik.
Contoh: Danau Toba, Danau Ranau, dan Danau Kerinci.

Danau karst adalah danau yang terdapat di pegunungan kapur berupa dolina dan uvala, terjadi karena proses pelarutan kimia.

Danau glasial adalah danau yang terjadi karena erosi glasial pada zaman es dilluvium.
Contoh: Danau Michigan, Danau Superior, dan Danau Ontario, semuanya terdapat di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada.

Danau bendungan, terjadi karena terbendungnya aliran sungai oleh lava, akibat letusan gunung api.
Contoh: Danau Air Tawar di Aceh, Danau Tondano di Sulawesi Utara.

Danau buatan, merupakan aliran sungai yang dibendung, disebut juga waduk.
Contoh: Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah, membendung Sungai Bengawan Solo, Waduk Karang Kates (Ir. Sutami) membendung Sungai Brantas di Jawa Timur, dan Waduk Jatiluhur di Jawa Barat membendung Sungai Citarum.

Faktor-faktor penyebab rusaknya danau antara lain sebagai berikut.

  1. Terisi endapan hasil erosi sungai yang mengalir ke danau sehingga danau cepat menjadi dangkal.
  2. Terjadi penguapan yang lebih besar daripada jumlah air yang mengalir ke dalam danau sehingga airnya menjadi kering.
  3. Adanya gerakan tektonik dari dasar danau atau akibat tektonik yang dapat mengubah arah aliran-aliran sungai yang masuk ke dalam danau.
  4. Rusaknya tanggul dan pintu air pada danau buatan (waduk) sehingga waduk menjadi jebol.

Manfaat danau antara lain sebagai berikut.

1) Sebagai pengatur air sehingga tidak terjadi banjir.
2) Sebagai persediaan air yang penting untuk irigasi.
3) Tempat rekreasi dan objek pariwisata.
4) Sebagai sumber tenaga listrik (PLTA).
5) Tempat pemeliharaan ikan air tawar.
6) Sebagai sarana olahraga air.

Rawa

Macam-macam rawa antara lain sebagai berikut.

  • Rawa tergenang, yaitu rawa yang airnya selalu tergenang dan dasar rawa merupakan lapisan gambut yang tebal. Air rawa ini tidak dapat digunakan untuk air minum.
  • Rawa pasang surut, yaitu rawa yang airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Manfaat rawa sebagai berikut.

  • Sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.
  • Bila rawa dapat mengalami pergantian air maka dapat digunakan untuk lahan persawahan dan perikanan.