Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab, Perbedaan, Contoh Daya Hantar Pada Jenis Ikatan Kimia Larutan Elektrolit Kuat atau Lemah dan Larutan Non Elektrolit yang Tidak Dapat Menghantarkan Arus Listrik

Berikut pembahasan tentang daya hantar listrik, larutan elektrolit, larutan non elektrolit, perbedaan larutan elektrolit dan larutan non elektrolit, larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, perbedaan larutan elektrolit kuat dan lemah, contoh larutan elektrolit kuat, contoh larutan elektrolit lemah, contoh larutan non elektrolit, mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, mengapa larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik, jenis ikatan kimia.

Sifat Daya Hantar Listrik

Mobil, bus, dan sepeda motor merupakan alat transportasi yang banyak digunakan. Salah satu bagian yang berperan penting dalam kendaraan adalah aki. Alat yang berfungsi untuk menghidupkan mesin ini mengandung larutan asam sulfat yang merupakan suatu larutan elektrolit. 

Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Sifat inilah yang menyebabkan larutan asam sulfat dapat menghidupkan mesin kendaraan. 

Selain asam sulfat, larutanlarutan apa sajakah yang dapat menghantarkan arus listrik? Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik? Adakah hubungan antara ikatan kimia dan larutan elektrolit? Untuk mengungkap rahasia tersebut, lakukanlah penyelidikan berikut.

Kegiatan Penelitian

Sifat Larutan Elektrolit
Tujuan:
Menyelidiki sifat-sifat larutan elektrolit

Alat dan Bahan:
1. Batu baterai 1,5 volt 2 buah 8. Dudukan baterai
2. Kabel tembaga 1 meter 9. Dudukan lampu
3. Lampu 1 watt 10. Gelas kimia 7 buah
4. Larutan garam dapur 1 M 11. Larutan alkohol 5%
5. Larutan asam asetat 1 M 12. Larutan amonia 1 M
6. Larutan asam klorida 1 M 13. Larutan natrium hidroksida 1 M
7. Larutan gula 5%

Sebelum melakukan percobaan, carilah informasi mengenai bahan-bahan kimia yang akan Anda gunakan meliputi sifat, penggunaan, dan penanganannya.

Langkah Kerja:
  • Rangkailah alat-alat seperti Gambar.
Penyebab, Perbedaan, Contoh Daya Hantar Pada Jenis Ikatan Kimia Larutan Elektrolit Kuat atau Lemah dan Larutan Non Elektrolit yang Tidak Dapat Menghantarkan Arus Listrik
  • Tuangkan larutan garam dapur ke dalam gelas kimia hingga volume gelas kimia berisi 3/4-nya.
  • Sentuhkan ujung kabel A dan ujung kabel B ke dalam larutan dalam gelas kimia.
  • Amati yang terjadi pada lampu dan larutan.
Penyebab, Perbedaan, Contoh Daya Hantar Pada Jenis Ikatan Kimia Larutan Elektrolit Kuat atau Lemah dan Larutan Non Elektrolit yang Tidak Dapat Menghantarkan Arus Listrik
Perbedaan larutan elektrolit dan non elektrolit yang terjadi pada lampu
  • Lakukan langkah nomor 2–4 untuk 6 larutan lainnya.
  • Catat hasil pengamatan di dalam buku latihan Anda seperti contoh tabel berikut.
Penyebab, Perbedaan, Contoh Daya Hantar Pada Jenis Ikatan Kimia Larutan Elektrolit Kuat atau Lemah dan Larutan Non Elektrolit yang Tidak Dapat Menghantarkan Arus Listrik

Jawablah pertanyaan berikut untuk menyimpulkan fakta.
  1. Larutan mana sajakah yang dapat menghantarkan arus listrik?
  2. Larutan mana sajakah yang tidak dapat menghantarkan arus listrik?
  3. Apakah perbedaan sifat antara larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik?
  4. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?
  5. Gambarkanlah struktur ikatan kimia dari senyawa-senyawa yang terlarut dalam larutan-larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. 
Untuk memahami lebih lanjut, pelajarilah penjelasan berikut.

Perbedaan Sifat antara Larutan Elektrolit dan Non elektrolit

Berdasarkan hasil pengamatan penelitian diatas,  ada larutan yang dapat menyalakan lampu dan yang tidak dapat menyalakan lampu. Di antara larutan yang dapat menyalakan lampu, ada yang nyala lampunya terang dan yang nyala lampunya redup.

Nyala lampu merupakan ciri bahwa larutan tersebut dapat menghantarkan arus listrik. Dengan demikian, larutan elektrolit dan nonelektrolit dapat dibedakan dengan mengamati nyala lampu. Suatu larutan dikatakan larutan elektrolit jika larutan tersebut dapat menyalakan lampu.

Sebaliknya, suatu larutan dikatakan larutan nonelektrolit jika larutan tersebut tidak dapat menyalakan lampu. Larutan elektrolit dapat dibagi dua, yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah.

Apakah perbedaan antara larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah?

Nyala lampu elektrolit kuat terang, sedangkan nyala lampu elektrolit lemah redup. Perbedaan antara larutan elektrolit dan larutan non elektrolit dapat juga diamati dari ada tidaknya gelembung.

Larutan elektrolit akan menghasilkan gelembung gas, sedangkan larutan nonelektrolit tidak menghasilkan gelembung gas.

Dapatkah Anda menyebutkan contoh-contoh dari larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit? Pelajarilah tabel berikut.
Penyebab, Perbedaan, Contoh Daya Hantar Pada Jenis Ikatan Kimia Larutan Elektrolit Kuat atau Lemah dan Larutan Non Elektrolit yang Tidak Dapat Menghantarkan Arus Listrik

Penyebab Larutan Elektrolit Dapat Menghantarkan Arus Listrik

Untuk mengetahui penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, Anda harus memahami terlebih dahulu konsep reaksi disosiasi (penguraian senyawa menjadi ion dalam larutan).

Ketika suatu senyawa dilarutkan ke dalam air, ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi, yaitu terdisosiasi (terurai) sempurna, terdisosiasi sebagian, dan tidak terdisosiasi.

Senyawa elektrolit kuat akan terdisosiasi sempurna, senyawa elektrolit lemah hanya terdisosiasi sebagian, sedangkan senyawa nonelektrolit tidak terdisosiasi.

Suatu senyawa yang mengalami disosiasi, baik sempurna maupun sebagian terurai menjadi ion-ion penyusunnya (ion positif dan ion negatif). Reaksi-reaksi disosiasi pada senyawa elektrolit dapat dituliskan sebagai berikut.
Penyebab, Perbedaan, Contoh Daya Hantar Pada Jenis Ikatan Kimia Larutan Elektrolit Kuat atau Lemah dan Larutan Non Elektrolit yang Tidak Dapat Menghantarkan Arus Listrik
Daya hantar listrik berhubungan dengan ion-ion dalam larutan. Aliran arus listrik berbentuk pergerakan partikel berupa partikel elektron maupun ion. Ketika dilewatkan ke dalam larutan elektrolit, arus listrik akan dihantarkan oleh ion-ion dalam larutan sehingga lampu dapat menyala.

Semakin banyak ion-ion dalam larutan, daya hantar larutan semakin kuat. Itulah sebabnya nyala lampu larutan elektrolit kuat lebih terang daripada larutan elektrolit lemah.Tahukah Anda, mengapa larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik?

Ketika dilarutkan ke dalam air, larutan-larutan non elektrolit seperti larutan gula dan alkohol tidak terurai menjadi ionionnya. Larutan non elektrolit terurai menjadi molekul-molekulnya.

Hubungan antara Sifat Hantar Listrik dan Jenis Ikatan Kimia

Pada pembahasan sebelumnya mengenai Ikatan Kimia, Anda telah mempelajari mengenai ikatan ion dan ikatan kovalen. Senyawa yang memiliki ikatan ion disebut senyawa ionik, sedangkan senyawa yang memiliki ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.

Senyawa kovalen terbagi dua, yaitu senyawa kovalen polar dan nonpolar. Dengan menggambarkan struktur Lewis ketujuh senyawa yang diuji dalam pengamatan Anda dapat mengetahui hubungan antara sifat daya hantar listrik dan jenis ikatan kimia.
Penyebab, Perbedaan, Contoh Daya Hantar Pada Jenis Ikatan Kimia Larutan Elektrolit Kuat atau Lemah dan Larutan Non Elektrolit yang Tidak Dapat Menghantarkan Arus Listrik
Senyawa yang merupakan senyawa ionik adalah garam dapur (NaCl). Adapun asam asetat (CH3COOH), asam klorida (HCl), natrium hidroksida (NaOH), dan amonium hidroksida (NH4OH) merupakan contoh-contoh senyawa kovalen polar.

Bagaimana dengan larutan gula dan alkohol? Kedua senyawa tersebut termasuk senyawa kovalen non polar.

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa ionik dan kovalen polar merupakan senyawa elektrolit, sedangkan senyawa kovalen non polar merupakan senyawa non elektrolit.