Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Definisi, Ruang Lingkup serta Objek Ilmu Sosiologi Menurut Para Ahli

Berikut ini akan dijelaskan tentang sosiologi, pengertian sosiologi, definisi sosiologi, pengertian sosiologi menurut para ahli, ruang lingkup sosiologi, ilmu sosiologi, definisi sosiologi menurut para ahli, pengertian ilmu sosiologi, sosiologi sebagai ilmu, sosiologi menurut para ahli,  pengertian sosiologi menurut ahli, bapak sosiologi,  pengertian sosiologi menurut auguste comte, pengertian sosiologi menurut roucek dan warren, pengertian sosiologi menurut pitirim a sorokin, pengertian sosiologi menurut selo soemardjan, objek sosiologi, objek material sosiologi, objek formal sosiologi.


Pengertian dan Ruang Llingkup Ilmu  Sosiologi

Sosiologi berasal dari bahasa Latin socius yang artinya kawan dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. 

Jadi, sosiologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara teman dan teman, yaitu hubungan antara seorang dengan seorang, seorang dengan golongan maupun golongan dengan golongan. 

Dalam perumusan ini terdapat perkataan hubungan antara teman dengan teman. Pengertian teman di sini berbeda dengan pengertian seharihari yang biasa kita pakai. Pengertian teman di sini ialah bahwa di dalamnya termasuk pengertian kawan dan lawan.

Definisi Sosiologi

Definisi-definisi sosiologi itu, antara lain sebagai berikut.

a. Roucek dan Warren

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok.

b. William F. Orgburn dan Meyer F. Nimkoff

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

c. J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammers

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

d. Pitirim A. Sorokin

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial. 

Misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerak masyarakat dengan politik. 

Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala nonsosial. Misalnya gejala geografis dan gejala biologis. Ciri-ciri umum daripada semua jenis gejala-gejala sosial.

e. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. 

Struktur sosial, yaitu keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial, yaitu pengaruh timbal balik berbagai segi kehidupan bersama.

Objek Sosiologi dan Orientasi Sosiologi

Objek Sosiologi ada dua macam, yaitu objek material dan objek formal.

a. Objek Material Sosiologi

Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antarmanusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.

b. Objek Formal Sosiologi

Objek formal sosiologi, yaitu ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Orientasi sosiologi di masyarakat meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Keluarga adalah soko guru dari kelompok masyarakat.
  2. Kelangsungan hidup masyarakat memerlukan sejumlah ketentuan untuk mengatur tingkah laku manusia.
  3. Kehidupan manusia banyak dipengaruhi oleh lembaga-lembaga sosial yang ada di sekelilingnya, dan harus mampu menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga tersebut.
  4. Individu, keluarga, dan masyarakat mempunyai kecenderungan untuk mengklasifikasikan dirinya secara sosial menurut keturunan, tingkat kemakmuran, pendidikan, jabatan, keanggotaan kelompok, dan status sosial lainnya.
  5. Adanya komunikasi dengan kebudayaan dan masyarakat lain akan menimbulkan perubahan-perubahan nilai budaya.
  6. Kerja sama dan saling menghormati merupakan tuntutan kemanusiaan.
  7. Realisasi kehidupan pribadi dibentuk melalui hubungannya dengan yang lain.
  8. Perbuatan-perbuatan yang dapat diterima oleh suatu masyarakat dapat merupakan perbuatan yang tabu bagi masyarakat yang lain.
  9. Migrasi atau perpindahan bangsa-bangsa menimbulkan percampuran budaya antarindividu dan antarkelompok.
  10. Lingkungan sekitar baik fisik dan sosial akan mempengaruhi kehidupan manusia, dan manusia pun akan mempengaruhi lingkungannya.