Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Definisi, Macam-Macam serta Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi dalam Ekonomi

Berikut ini akan dijelaskan tentang pengertian inflasi, arti inflasi, definisi inflasi, pengertian inflasi dalam ekonomi, macam-macam inflasi, penyebab inflasi, penyebab terjadinya inflasi, faktor penyebab inflasi, sebab inflasi, macam inflasi, tingkat inflasi, faktor penyebab terjadinya inflasi, penggolongan inflasi menurut tingkat keparahannya, Hiperinflasi, creeping inflation, cost push inflation, Inflasi tarikan permintaan, demand pull inflation.

Pengertian Inflasi

Inflasi merupakan salah satu penyakit ekonomi di setiap negara. Semua negara baik negara maju maupun berkembang pasti mengalami apa yang disebut inflasi, hanya besarannya saja yang berbeda. 

Tingkat inflasi yang dialami negara maju seperti Amerika dan Jepang misalnya mengalami inflasi yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Pengertian inflasi sering didefinisikan dengan kalimat yang berbeda-beda. 

Meskipun pernyataan dalam definisi itu berbeda tetapi semuanya mempunyai maksud yang sama, yaitu membicarakan mengenai barang-barang kebutuhan masyarakat yang harganya naik secara terus-menerus. 

Jadi, yang dimaksud dengan inflasi adalah suatu peristiwa dalam perekonomian di mana ada kecenderungan harga-harga dari semua barang naik secara terus-menerus atau berulang-ulang.

Yang dimaksud dengan harga (price) adalah harga-harga dari semua kebutuhan masyarakat, secara terus-menerus artinya kenaikan harga barang-barang tersebut bukan hanya satu kali saja tetapi naik secara berulang-ulang. 

Kenaikan dalam harga barang dan jasa, yang lazimnya terjadi jika pembelanjaan bertambah dibanding pertambahan penawaran atau persediaan barang dan jasa di pasar. 

Dengan demikian, jelaslah bahwa penekanan istilah inflasi hanya dipakai terhadap kenaikan tingkat harga yang berlangsung secara terus-menerus atau berkepanjangan. 

Kenaikan harga yang berlangsung sekaligus seperti lazimnya kenaikan harga beberapa barang pokok pada saat akan lebaran tidak dapat dikatakan inflasi karena tidak mempunyai pengaruh lebih lanjut. Kejadian semacam ini diistilahkan sebagai kenaikan tingkat harga.

Tabel berikut ini menunjukkan perbandingan tingkat inflasi Indonesia dengan negara lain. Jelas bahwa inflasi di Indonesia termasuk yang paling tinggi.
Pengertian, Definisi, Macam-Macam serta Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi dalam Ekonomi
Ada beberapa istilah dalam menganalisis/menanggapi terhadap tingkat inflasi, antara lain:

a) Inflasi Menyusut

Yaitu tingkat inflasi yang cenderung turun dari satu periode ke periode berikutnya. Hal ini ditandai dengan turunnya Indeks Harga Konsumen dari satu periode ke periode berikutnya.

b) Inflasi Terus Meningkat

Yaitu inflasi yang cenderung meningkat dari satu periode ke periode berikutnya yang dapat dilihat dari kenaikan IHK tiap periode.

c) Inflasi Tidak Berubah

Yaitu tingkat inflasi yang cenderung konstan, misalnya pada bulan November 2004 2005 tercatat IHK sebesar 106,4 % dan pada bulan Desember 2004 tercatat angka yang sama 106,4%. Maka hal ini dapat dikatakan inflasi tidak berubah.

Macam-macam Inflasi

Berdasarkan alasan-alasan tertentu inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Secara berturut-turut perbedaan ini dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Menurut Tingkat Keparahan atau Laju Inflasi

1) Inflasi ringan (creeping inflation)

Adalah inflasi yang lajunya kurang dari 10 % setahun, sehingga inflasi ini tidak begitu dirasakan. Inflasi ini sering disebut juga inflasi yang merayap, dan tidak begitu mengganggu perekonomian secara nasional. 

Seperti pada tahun 2004 lalu di Indonesia laju inflasi di bawah 10 %, sehingga perekonomian Indonesia pada posisi yang stabil. (Lihat gambar).

2) Inflasi sedang

Adalah inflasi yang lajunya antara 10%-30% setahun. Pada tingkatan ini mulai dapat dirasakan naiknya harga-harga meski tidak begitu signifikan, dan jika tidak segera diatasi akan menjadi inflasi berat.

3) Inflasi berat

Inflasi yang lajunya berada pada batas antara 30%-100% setahun. Pada tingkat ini harga-harga kebutuhan masyarakat naik secara signifikan dan sulit dikendalikan. Indonesia pernah mengalami inflasi berat pada tahun 1998. pada waktu itu inflasi per Desember mencapai 77,63 %.

4) Hiperinflasi

Jenis inflasi ini sangat dirasakan karena dapat terjadi secara besar-besaran dan jika diukur berada di atas 100% setahun. Di Indonesia pada tahun 1966 pernah mengalami inflasi sebesar 600%, hal ini disebabkan pencetakan uang baru secara besar-besaran untuk menutup defisit anggaran pada waktu itu.

b. Menurut Penyebab Awal Inflasi

1) Inflasi tarikan permintaan ( demand pull inflation.)

Adalah inflasi yang disebabkan adanya kenaikan permintaan. Kenaikan permintaan ini sering dinamakan kelebihan permintaan. Kenaikan permintaan masyarakat akan barang-barang dan jasa ini bisa disebabkan oleh:

  • bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang baru;
  • bertambahnya investasi swasta karena adanya kredit murah; dan
  • bertambahnya permintaan barang-barang ekspor.
Apabila permintaan barang-barang tersebut bertambah terus-menerus, sedangkan seluruh faktorfaktor
produksi sudah sepenuhnya digunakan maka hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga. Kenaikan harga yang secara terus-menerus inilah yang disebut inflasi. 

Inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan permintaan inilah yang dinamakan inflasi tarikan (Demand Pull Inflation). Untuk menerangkan inflasi Demand Pull Inflation perhatikan gambar berikut ini:
Pengertian, Definisi, Macam-Macam serta Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi dalam Ekonomi
Demand Pull Inflation
Keterangan :
Mula-mula perekonomian berada pada harga batas setinggi P1 dengan jumlah barang yang diperjualbelikan sebanyak Q1. Apabila dalam perekonomian terjadi kenaikan permintaan barang maka hal ini akan ditunjukkan oleh bergesernya garis permintaan/kurva demand dari D1 menjadi D2. 

Pergeseran kurva demand ini menunjukkan bahwa harga akan naik dari P1 menjadi P2, Perlu diketahui kenaikan harga ini diikuti dengan bertambahnya produksi dari Q1 menjadi Q2. 

Apabila terjadi kenaikan permintaan lagi maka akan ditunjukkan oleh bergesernya kurva permintaan dari D2 menjadi D3. 

Pergeseran kurva permintaan ini akan diikuti kenaikan tingkat harga dari P2 menjadi P3. Kenaikan harga ini akan diikuti oleh bertambahnya produksi dari Q2 menjadi Q3 demikian seterusnya.

2) Inflasi dorongan ongkos produksi (cost push inflation)

Adalah inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan ongkos produksi, maksudnya adalah adanya kenaikan ongkos produksi, misalnya adanya kenaikan upah maka ada kecenderungan produksi akan menurun dan diikuti oleh kenaikan harga. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini :
Pengertian, Definisi, Macam-Macam serta Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi dalam Ekonomi
Cost Push Inflation
Keterangan:
Mula-mula, misalnya harga dan kuantitas dilukiskan seimbang yaitu pada saat harga pada tingkat P1 dan jumlah barang yang diperjualbelikan sebanyak Q1. Apabila terjadi kenaikan ongkos produksi, misalnya disebabkan tuntutan kenaikan upah oleh kaum pekerja, produksi cenderung menurun. 

Penurunan produksi ditunjukkan oleh bergesernya garis penawaran (kurva supply) dari S1 menjadi S2. Pergeseran garis penawaran (kurva supply) menimbulkan dua macam akibat, yaitu menurunnya produksi dari Q1 menjadi Q2 dan menaikkan harga barang hasil produksi dari P1 menjadi P2. 

Apabila terjadi kenaikan ongkos produksi lagi maka akan mengakibatkan turunnya produksi barang yang dihasilkan. Kurva supply akan bergeser dari P2 menjadi P3 dan seterusnya. 

Dengan memperbandingkan Demand Pull Inflation dan Cost Push Inflation kita dapat menyimpulkan persamaan dan perbedaan antara keduanya yaitu:

Persamaan:
Baik Demand Pull Inflation maupun Cost Push Inflation keduanya sama-sama menunjukkan adanya kenaikan harga.
Perbedaan:
Kenaikan harga dalam Demand Pull inflation diikuti oleh naiknya jumlah produksi sedangkan dalam Cost Push Inflation kenaikan harga diikuti oleh turunnya jumlah produksi.

Dengan kata lain dilihat dari segi Pendapatan Nasional secara makro, Demand Pull Inflation dapat menaikkan Produk Domestik Bruto (PDB) sedangkan Cost Push Inflation mengakibatkan turunnya PDB.

3) Inflasi permintaan dan penawaran

Jika Demand Pull Inflation dan Cost Push Inflation terjadi secara bersama-sama maka akan timbul yang dinamakan inflasi permintaan dan penawaran yaitu bahwa terjadinya kenaikan permintaan diikuti dengan terjadinya penurunan produksi, sehingga adanya kedua peristiwa ini mengakibatkan harga akan naik terus-menerus. Perjalanan kenaikan harga ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Pengertian, Definisi, Macam-Macam serta Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi dalam Ekonomi
Inflasi Permintaan dan Penawaran
Keterangan:
􀂄 Mula-mula misalnya terjadi kenaikan permintaan secara keseluruhan yang digambarkan oleh bergesernya kurva permintaan secara terus-menerus ke kanan dan mengakibatkan terjadinya kenaikan harga secara terus-menerus yang berarti terjadi Demand Pull Inflation dengan output yang tetap sebesar Y2. 

Pada saat kurva keseluruhan naik dari D1 menjadi D2 yang berakibat harga naik dari P1 menjadi P2 dan kurva tersebut sudah menjadi stabil sehingga Demand Pull Inflation sudah tidak terjadi lagi.

􀂄 Apabila ada perkiraan bahwa waktu yang akan datang akan terjadi inflasi, maka pihak perusahaan akan selalu menaikkan harga dan para buruh akan selalu minta kenaikan upah, akibat dari tindakan ini ditunjukkan oleh bergesernya kurva supply yang horisontal ke atas.

􀂄 Pergeseran kurva supply ini akan mengakibatkan harga naik dari P2 menjadi P3. Selanjutnya hal ini akan mengakibatkan inflasi pada sisi penawaran dengan harga yang naik terus-menerus dan diikuti turunnya produksi dari Y2 menjadi Y1, demikian seterusnya.

c. Berdasarkan Asal Inflasi

1) Inflasi yang berasal dari dalam negeri disebut domestic inflation, yaitu inflasi yang disebabkan adanya peristiwa ekonomi dalam negeri, misalnya terjadi defisit anggaran belanja negara yang secara terus-menerus, kemudian pemerintah memerintahkan Bank Indonesia untuk mencetak uang baru dalam jumlah besar. Atau misalnya karena panen yang gagal secara menyeluruh.

2) Inflasi yang tertular dari luar negeri, yang dikenal dengan imported inflation, yaitu penularan melalui harga barang impor. Inflasi ini umumnya terjadi di negara berkembang yang mana sebagaian besar bahan baku dan peralatan dalam unit produksinya berasal dari luar negeri. 

Misalnya di Jepang terjadi inflasi, sedangkan bahan-bahan untuk keperluan industri perakitan mobil, elektronik, foto, tekstil, farmasi dan lain-lain Indonesia mengimpor dari Jepang. Dengan adanya inflasi maka bahan-bahan tersebut ikut naik. 

Indonesia sebagai negara pengimpor mau tidak mau juga harus mengikuti kenaikan harga tersebut, imbasnya mau tidak mau hasil produksi dari unit produksi juga akan naik. Selanjutnya hal ini juga akan mengakibatkan inflasi di Indonesia.