Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Macam-Macam Bentuk Muka Bumi Sebagai Akibat dari Tenaga Gerak Geologi Orogenesa dan Epirogenesa Serta Pengaruh Gejala Tektonisme, Vulkanisme dan Gempa Bumi

Artikel geografi kita kali ini akan menjelaskan secara ringkas tentang macam macam bentuk muka bumi, tenaga geologi, tenaga endogen, tenaga eksogen, orogenesa, gerak epirogenesa, tektonisme, gejala vulkanisme, dan gempa bumi.

 Macam-Macam Perubahan Bentuk Permukaan Bumi


Bentuk permukaan bumi selamanya tidak tetap, tetapi mengalami perubahan-perubahan bentuk dari waktu ke waktu atau zaman ke zaman.

Adapun faktor-faktor penyebabnya bermacam-macam, yaitu:


  1. Tenaga geologi yang berasal dari dalam yang disebut tenaga endogen, menyebabkan terjadinya bentuk/bangunan relief permukaan bumi.
  2. Tenaga geologi yang berasal dari luar yang disebut tenaga eksogen, menyebabkan perombakan bangunan relief permukaan.


Di samping klasifikasi tersebut, tenaga geologi dibedakan pula atas luas areal yang dikenai tenaga itu dan kecepatan tenaga itu bekerja. Klasifikasi kedua tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu orogenesa dan epirogenesa.

Orogenesa atau pembentukan pegunungan, yaitu tenaga geologi yang bekerja di areal yang relatif sempit dan relatif cepat.

Sempit dan cepat dalam geologi tidak seperti pengertian sehari-hari. Deretan Pegunungan Mediterania yang memanjang dari Pegunungan Atlas di Afrika sampai ke Pegunungan Indonesia itu merupakan hasil tenaga orogenesa.

Epirogenesa atau pengangkatan/penurunan benua. Epirogenesa bekerja di daerah yang relatif luas dan relatif lambat.

Tenaga endogen terbagi atas 3 bagian, yaitu tektonisme, vulkanisme, dan gempa.

Pertama, Tektonisme ialah peristiwa pergeseran dan perubahan letak kerak bumi dalam skala besar, meliputi lipatan, patahan, dan tektonik lempeng.

Kedua, Vulkanisme ialah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi.

Ketiga, Gempa bumi ialah sentakan asli pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonisme maupun vulkanisme dan kadang-kadang runtuhan bagian bumi secara lokal.