Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ikatan Kimia serta Konfigurasi Elektron Valensi Unsur Logam, Non Logam dan Gas Mulia yang Terdapat pada Struktur Lewis

Berikut ini merupakan artikel terkait dengan ikatan kimia, elektron valensi, sifat unsur, sifat unsur kimia, unsur logam, unsur non logam, unsur gas mulia, sifat logam, sifat non logam, sifat gas mulia, elektron valensi, elektron valensi unsur, struktur lewis, konfigurasi elektron unsur, konfigurasi oktet, konfigurasi elektron gas mulia.


Ikatan Kimia

Segala sesuatu di alam ini selalu membentuk suatu kestabilan. Begitu pula halnya dengan senyawa kimia. Senyawa kimia tersusun atas molekul atau atom. Atom-atom akan saling bergabung membentuk suatu ikatan kimia untuk mencapai kestabilan. 

Beberapa molekul terdiri atas atom-atom yang berbeda seperti garam (NaCl). Ada juga molekul yang terdiri atas atomatom yang sama seperti gas hidrogen (H2). Garam dapur merupakan contoh senyawa kimia yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Gambar di atas adalah kristal garam dapur. Senyawa yang memiliki rumus kimia NaCl ini terdiri atas unsur natrium (Na) dan klorin (Cl). Unsur Na bersifat reaktif, reaksinya dengan air dapat menimbulkan ledakan. Adapun, unsur klorin bersifat toksik. 

Akan tetapi, ketika kedua unsur ini bergabung (berikatan) maka diperoleh senyawa baru yang dapat digunakan sebagai bumbu makanan. Pernahkah terpikirkan oleh Anda bagaimana atom-atom itu dapat berikatan?

Kestabilan Unsur-Unsur Kimia di Alam

Pernahkah Anda menggunakan bedak padat? Bedak merupakan salah satu kosmetik yang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. 

Bedak banyak digunakan karena kandungan kimia dalam bedak bermanfaat untuk kesehatan ataupun kecantikan. Tahukah Anda, bahan kimia apakah yang terkandung dalam bedak?

Bedak adalah senyawa kimia yang memiliki rumus kimia Mg3Si4O10(OH)2. Nama kimianya adalah magnesium silikat hidroksida. 

Berdasarkan rumus kimianya, bedak mengandung unsur Mg, Si, O, dan H. Unsur-unsur yang terdapat di dalam bedak tidak berbentuk atom bebas, melainkan bergabung dengan unsur-unsur lainnya membentuk senyawa. 

Seperti halnya unsur-unsur kimia di dalam bedak, sebagian besar unsurunsur yang ada di alam ditemukan dalam bentuk senyawa. Jarang sekali yang ditemukan dalam bentuk unsur bebasnya.

1. Elektron Valensi Berhubungan dengan Sifat Unsur

Berdasarkan sifatnya, unsur-unsur kimia dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu unsur logam, unsur nonlogam, dan unsur gas mulia. 

Unsur-unsur yang bersifat logam adalah unsur-unsur yang termasuk golongan IA, IIA, dan IIIA (kecuali boron), IVA (kecuali karbon dan silikon), sebagian VA (antimon dan bismut), IB, IIB, IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, dan VIIIB. Unsur-unsur yang bersifat nonlogam adalah unsur-unsur yang termasuk golongan IVA (karbon dan silikon), sebagian VA (kecuali antimon dan bismut), VIA, dan VIIA. Adapun unsur-unsur golongan VIIIA dinamakan gas mulia. 

Sifat logam, nonlogam, dan gas mulia berhubungan dengan elektron valensi unsur. Perhatikanlah elektron valensi beberapa unsur dalam tabel berikut.
Ikatan Kimia serta Konfigurasi Elektron Valensi Unsur Logam, Non Logam dan Gas Mulia yang Terdapat pada Struktur Lewis
Sifat logam, non logam dan gas mulia dari unsur-unsur
Berdasarkan tabel tersebut, atom unsur yang memiliki elektron valensi 1, 2, dan 3 tergolong ke dalam unsur logam. Atom dengan elektron valensi 4, 5, 6 dan 7 termasuk unsur nonlogam. Adapun unsur gas mulia memiliki elektron valensi 2 dan 8.

2. Susunan Elektron Valensi Unsur Digambarkan dengan Struktur Lewis

Apakah perbedaan antara unsur logam, nonlogam, dan gas mulia? Jawabannya akan lebih mudah diketahui dengan menggambarkan susunan elektron valensi unsur.
Ikatan Kimia serta Konfigurasi Elektron Valensi Unsur Logam, Non Logam dan Gas Mulia yang Terdapat pada Struktur Lewis
Susunan Elektron Unsur Na, Cl, Ar dan He
Perhatikan gambar susunan elektron unsur He dan Ar. Pada kedua unsur tersebut, setiap kulit elektron terisi penuh. Lain halnya dengan unsur Na dan Cl, kulit terakhirnya tidak terisi penuh. Kulit ketiga atom Na hanya berisi 1 elektron, sedangkan kulit ketiga atom Cl berisi 7 elektron. 

Jumlah elektron maksimum kulit ketiga adalah 8. Jumlah elektron di kulit terluar disebut elektron valensi. Elektron valensi unsur dapat juga digambarkan menggunakan struktur Lewis. 

Struktur Lewis adalah suatu kaidah penggambaran elektron valensi unsur yang dikemukakan oleh ahli kimia Amerika, G.N. Lewis. Dalam struktur Lewis, yang digambarkan hanya elektron valensinya saja. Berikut struktur Lewis untuk unsur Na, Cl, Ne, dan He.
Ikatan Kimia serta Konfigurasi Elektron Valensi Unsur Logam, Non Logam dan Gas Mulia yang Terdapat pada Struktur Lewis

3. Unsur-Unsur Mencapai Kestabilannya dengan Cara Berikatan dengan Unsur Lain

Dalam keadaan bebasnya, unsur natrium cenderung bermuatan positif. Suatu atom dikatakan stabil jika semua kulitnya terisi penuh atau setengah penuh. Dengan demikian, unsur-unsur golongan gas mulia bersifat stabil. 

Konfigurasi elektron unsur golongan gas mulia disebut konfigurasi duplet (untuk helium) dan oktet (untuk neon, argon, xenon, kripton, dan radon). 

Unsur-unsur gas mulia jarang ditemukan bereaksi dengan unsur lain kecuali untuk Kr, Xe, dan Rn yang dapat bereaksi walaupun diperlukan kondisi khusus. Berikut ini konfigurasi elektron unsur-unsur gas mulia.
Ikatan Kimia serta Konfigurasi Elektron Valensi Unsur Logam, Non Logam dan Gas Mulia yang Terdapat pada Struktur Lewis
Konfigurasi Elektron Unsur Gas Mulia
Unsur logam dan nonlogam belum stabil. Untuk mencapai kestabilannya, unsur logam cenderung melepaskan elektron, sedangkan unsur nonlogam cenderung menerima elektron. 

Dengan melepaskan atau menerima elektron, konfigurasi elektron unsur logam dan nonlogam sama dengan konfigurasi elektron gas mulia yang stabil. Setelah melepaskan elektron, unsur logam bermuatan positif. 

Adapun unsur nonlogam akan bermuatan negatif setelah menerima elektron. Atom bermuatan positif dapat berikatan dengan atom bermuatan negatif membentuk senyawa.