Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Faktor Penyebab Terjadinya Gelombang Pasang Surut dan Pasang Naik Laut

Berikut adalah penyebab terjadinya gelombang laut, faktor terjadinya gelombang laut, penyebab gelombang laut, kekuatan, ketinggian, gelombang laut, letusan gunung api, gempa, angin, pasang surut, pasang perbani, pasang purnama, letusan gunung api, pasang naik.


Kekuatan dan Ketinggian Gelombang Laut

Faktor atau penyebab terjadinya gelombang laut dapat disebabkan oleh angin, gempa, dan letusan gunung api.

a. Angin

Gelombang terbentuk karena angin berembus pada permukaan laut dan mendesak air. Gelombang besar dapat terjadi bila angin berembus dengan kecepatan tinggi. Pada saat terjadi badai, tinggi gelombang bisa lebih dari 20 m.

b. Gempa

Gelombang laut dapat juga disebabkan oleh gempa bumi, yaitu terjadi gempa laut. Di daerah pantai gempa ini dapat menimbulkan gelombang besar yang disebut gelombang tsunami.

c. Letusan Gunung Api

Letusan gunung api yang terletak di dalam laut juga dapat menimbulkan gelombang yang sangat besar. Contoh: Letusan Gunung Krakatau pada tanggal 23 Agustus 1883 menimbulkan gelombang setinggi 30 m.

Pasang Naik dan Pasang Surut

Ada dua macam pasang naik dan pasang surut, yaitu pasang perbani dan pasang purnama.

a. Pasang Perbani

Pasang perbani, yaitu keadaan air laut turun serendah-rendahnya, yang terjadi saat bulan pada kedudukan akhir kuarter I dan III.

b. Pasang Purnama

Pasang purnama, yaitu keadaan air laut naik setinggi-tingginya akibat gaya tarik bulan dan matahari yang terjadi pada saat bulan purnama dan bulan baru (mati). Manfaat pasang naik dan pasang surut bagi kehidupan dan kemajuan teknologi, yaitu sebagai berikut.

Ketinggian permukaan air laut pada waktu pasang dan surut dapat digunakan untuk pertanian dan budi daya perikanan sistem tambak serta keperluan pelayaran.

Perbedaan tinggi permukaan air laut antara pasang dan surut dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.