Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketika Adik ‘Menyalib’ Kakak Untuk Menikah

‘Menyalib’ kakak ke pelaminan kadang menimbulkan rasa sungkan dan serba salah. Bagaimana supaya hubungan cinta dan persaudaraan berjalan harmonis? Urutan kelahiran terkadang menjadi patokan untuk menentukan siapa yang lebih dulu untuk menikah. Masalahnya, jika Anda sudah siap berumah tangga sementara kakak tercinta masih betah ‘bersolo karier’ maka mau tak mau Anda mesti melangkahinya melaju ke pelaminan. Agar langkah Anda mulus, maka pertimbangkanlah ha-hal berikut.


Doa Restu

Keputusan untuk menikah tentunya tidak datang secara mendadak. Daam arti, Anda dan pasangan mestinya memiliki waktu sekian lama untuk mempertimbangkan keputusan tersebut, sebelum akhirnya menetapkan tanggal. 

Jika mungkin, libatkan kakak Anda dalam proses pengambilan keputusan untuk menikah. Jajaki pendapatnya apabila Anda lebih dahulu menikah dibandingkan dirinya. Diskusikan pula ini dengan orang tua dan saudara lainnya. Ketimbang memaksa, mintalah do’a restu darinya supaya pernikahan Anda berjalan lancar.

Hadapi Lingkungan

Menurut Roslina Verauli, M.Psi. psikolog dari RS pondok indah Jakarta, saat ini menikah lebih dahulu dari saudara yang lebih tua bukan lagi hal yang luar biasa. “Yang dilangkahi juga biasanya sudah tidak menganggap hal ini sebagai masalah besar. 

Namun, seringkali keruwetan justru datang dari lingkungan. Image buruk kerap melekat pada diri orang yang dilangkahi. Pasalnya, ada stigma bahwa seorang kakak yang ditinggal kawil adiknya akan sulit jodoh,” ujarnya.

Komentar bernada miring yang datang terus-menerus dari lingkungan bisa membuat seseorang merasa tertekan. Jadi, meski kakak Anda merasa baik-baik saja bila adiknya menikah duluan, lama-kelamaan ia bisa kewalahan juga menghadapi lingkungan yang menuntutnya untuk segera menikah pula.

Tanyakan Keinginannya

Dibeberapa daerah, ada tradisi untuk menyerahkan tanda mata kepada kakak yang akan didahului menikah. Meski Anda tidak fanatic pada adat, tak ada salahnya memberikan semacam kenang-kenangan kepada kakak Anda. 

Katakanlah itu merupakan tanda cinta sekaligus ucapan terima kasih atas dukungan dan pengertiannya terhadap pernikahan Anda berdua. Tapi bila dia menolak tidak perlu memaksa.

Ajak Terlibat

Setelah mendapatkan persetujuan dari kakak, libatkan  ia dalam merencanakan upacara pernikahan. Dengan ikut “terjun” mengurusi salah satu momen terpenting dalam kehidupan Anda, kakak Anda juga akan mersa menepati posisi penting dan menjadi bagian dalam kehidupan adiknya.

Jangan Pamer

Tunjukkan empati dengan cara tidak mengumbar kemesraan ketika berada didekatnya. Jangan buat orang lain mengasihani kakak Anda. Anda bisa bebas mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan tercinta setelah gaung pernikahan Anda pudar.

Orang Ketiga

Segala langkah dan bujukan sudak dilakukan, namun kakak tersyang tetap enggan dilangkahi? Mungkin Anda perlu bantuan orang ketiga. 

Mintalah pertolongan mereka untuk memberi pengertian kepada kakak Anda, bahwa meski Anda menikah duluan, ia tetap masih berpeluang menemukan kebahagiaan. Pernikahan bukan ajang menentukan siapa yang lebih unggul.

Tradisi Melangkahi

Lahir di negara yang kaya budaya, Anda pasti pernah mendengar sejumlah persyaratan dalam tata cara adat yang mesti dilalui bila Anda ingin menikah lebih dahulu dari saudara yang lebih tua. 

Dalam pernikahan adat Jawa, biasanya upacara ‘pelangkahan’ dilakukan sebelum upacara midodareni. Barang atau uang yang menjadi tanda mata sudah dikemas rapi, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya dengan saudara yang akan dilangkahi calon pengantin.

Namun jika didalam adat Sunda, lain lagi ceritanya. Setelah upacara lamaran dan sebelum hari pernikahan, ada sesi pertemuan keluarga yang dinamakan ‘rembukan’ bertujuan untuk meminta izin dari kakak yang akan dilangkahi adiknya. 

Saat ini biasanya berlangsung negosiasi untuk menetapkan tanda mata yang akan diserahkan calon mempelai kepada sang kakak. Biasanya tanda mata yang diberikan berupa perhiasan dari emas, untuk menandakan bahwa meski telah dilangkahi, sang kakak masih amat berniali harganya.

Di tanah Batak, prosesi upacara serupa dilakukan sebelum akad nikah yang diikuti oleh keluarga inti, berupa penyerahan hadiah yang sudah disepakati sebelumnya. Uniknya disertai pula dengan gunting! 

Filosofinya, gunting tersebut berguna untuk ‘menggunting’ jalan. Jadi, jalan sang kakak menuju jodohnya tidak tertutup. Setali tiga uang, di Sumatra Barat dan di Lampung juga dilakukan upacara yang mewajibkan sang adik memberikan ‘upeti’ sesuai permintaan,…[]